Mengupas Keunikan Dari Desa Sade Lombok

Siapa yang tak kenal dengan daerah Lombok? Yups, Lombok memang dikenal sebagai surganya destinasi wisata. Bukan hanya belasan bahkan puluhan tempat wisata yang ada di sini mulai dari wisata alam sampai wisata sejarahnya. Wisata alamnya pun sudah tak diragukan lagi keindahannya. Selain itu, ada salah satu tempat wisata yang memiliki keunikan tersendiri dan tak bisa ditemukan di destinasi wisata lainnya. Desa Sade Lombok menawarkan wisata unik dengan kebudayaan dan tradisi yang masih dijunjung hingga saat ini. Bagaimana tertarik untuk datang dan menyaksikan kehidupan penduduk di desa ini?

7 Keunikan Desa Sade Lombok

Desa Sade Lombok. sumber ig @achmadt.nanang

Berikut ini beberapa hal yang menjadikan Desa Sade Lombok menjadi istimewa bagi para wisatawan:

1. Penduduk dan kearifan Lokal

Desa dengan luas sekitar 5,5 hektare ini ditempati oleh 700 orang. Desa Sade mempunyai 150 rumah tradisional yang mana setiap rumah mempunyai satu kepala keluarga. Secara garis besar penduduk di sini masih dalam satu keturunan karena mereka melakukan perkawinan antar saudara. Anggapannya bahwa dengan melakukan pernikahan tersebut bisa dilakukan dengan mudah dan cukup murah. Jika melakukan perkawinan dengan gadis dari desa lain tentu akan mengeluarkan biaya lebih karena harus mengeluarkan beberapa ekor kerbau.

Baca juga : Keunikan Desa Sukarara Lombok

2. Bangunan

Bangunan di Desa Sade Lombok, sumber ig @virallombok

Hal unik selanjutnya yakni dari arsitektur bangunan di Desa Sade Lombok. Hampir keseluruhan bangunan yang ada di daerah ini masih menggunakan arsitektur suku sasak yang mana dinding rumah menggunakan anyaman bambu, atap rumah menggunakan alang-alang, dan tiang dari bahan kayu. Konstruksi bangunan ini dimaksudkan supaya ketika terik rumah tetap terasa sejuk dan saat malam hari tetap terasa hangat.

Beralih dari bangunan, ada hal istimewa yang dilakukan warga di sini untuk merawat rumahnya. Umumnya untuk mengepel lantai rumah menggunakan pembersih lantai bukan? Hal berbeda ada di desa ini yang menggunakan kotoran kerbau dan campuran air untuk membersihkan lantai. Setelah itu kemudian lantai dibersihkan dengan sapu dan digosok dengan batu. Kepercayaan mereka bahwa dengan menggunakan bahan tersebut dapat menghilangkan serangga dan mencegah hal-hal magis bagi sang pemilik rumah. Membersihkan lantai tersebut biasanya dilakukan menjelang perayaan adat atau acara tertentu lainnya.

Setiap rumah di Desa Sade memiliki 3 bagian. Bagian pertama digunakan sebagai tidur untuk anak laki-laki dan orang tua. Sedang bagian kedua lebih tinggi digunakan sebagai dapur, lumbung, dan tempat tidur perempuan. Bagian ketiga ini biasanya digunakan sebagai tempat melahirkan ibu.

Bangunan rumah di Desa Sade dibagi menjadi 3 tipe yaitu:

1. Bale bonter yang mana dimiliki oleh pejabat desa

2. Bale kodong di mana rumah digunakan oleh pasangan suami istri yang baru menikah ataupun orang tua yang ingin menghabiskan masa tua

3. Bale Tani digunakan sebagai tempat tinggal oleh mereka yang mempunyai keluarga dan keturunan.

Rata-rata kaum pria di Desa Sade bermata pencarian sebagai seorang petani. Pengira di ladang mereka masih menggunakan sistem tradisional dan hanya memanfaatkan air di musim hujan. Jadi panen hanya bisa dilakukan sekali dalam setahun. Sistem irigasi belum cukup baik di desa ini. Hasil panen pun disimpan di dalam lumbung suku sasak di mana hasil tersebut hanya boleh diambil oleh seorang ibu.

3. Atraksi budaya lombok

Hal berikutnya yang sering dinantikan oleh para wisatawan yaitu pertunjukan adat dari budaya Lombok. Beberapa adat yang ditampilkan berupa gendang beleq, tarian cupak gerentang, dan tarian presean.

Baca juga : Desa Wisata Tetebatu Lombok Timur 

4. Belajar menenun kain

Belajar menenun kain, sumber ig @brilliaanggie

Kaum perempuan di desa ini melakukan pekerjaan menenun kain. Menenun ini diturunkan secara turun temurun. Bahkan wanita yang telah cukup umur dan berniat akan menikah harus terlebih dahulu mengerti cara menenun kain. Sebelum menjadi kain tentu ada proses yang cukup panjang mulanya dari pemintalan kapas kering menjadi benang. Selanjutnya benang diwarnai dengan bahan alami kemudian dipintal menjadi kain. Kain inilah yang menjadi ciri khas Lombok dan dikenal dengan Kain Songket.

5. Pakaian

Pakaian adat, sumber ig @imamsudrajat10

Di desa lain pakaian adat digunakan untuk acara tradisi tertentu. Berbalik dengan desa sade pakaian adat digunakan dalam sehari-hari, meskipun tidak keseluruhan orang memakainya. Pengunjung bisa menikmati dan berasa kembali ke zaman dulu.

6. Penggunaan alat

Di Desa Sade penggunaan alat sehari-hari dari pemintalan benang sampai peralatan pertanian masih jauh dibilang dari kata modern

7. Berinteraksi dengan penduduk sekitar

Selain menyaksikan berbagai adat dan budaya di desa ini, penduduk setempat juga ramah terhadap kunjungan wisatawan. Bahkan mereka memperbolehkan pengunjung untuk datang ke rumahnya dan menjelaskan fungsi dan kearifan yang masih ada.Jadi itulah beberapa review dari panorama budaya Desa Sade Lombok. Desa ini dinobatkan sebagai tempat wisata dari tahun 1989. Tak heran jika wisatawan lokal maupun mancanegara memadati kawasan ini. Konon katanya desa ini telah ada sejak 600 tahun lalu. Jadi tak akan rugi jika menyempatkan diri untuk mengenal budaya di daerah Lombok.

Demikian ulasan mengenai keunikan desa sade lombok yang menjadi ikon desa wisata Lombok. Desa wisata di Lombok mempunyai keunikan masing-masing, sehingga berwisata ke Lombok tentunya akan sangat mengasyikkan. Simak juga ulasan lainnya mengenai keunikan air terjun sendang gile. Semoga informasi ini bermanfaat.

Leave a Comment