Masjid Bayan Beleq Lombok, Tonggak Sejarah Islam di Lombok

Masjid Bayan Beleq Lombok, Tonggak Sejarah Islam di Lombok

Masjid Bayan Beleq – Lombok tidak hanya memiliki destinasi wisata alamnya yang memukau. Lombok juga mempunyai tempat wisata sejarah yang sangat berharga seperti Masjid Bayan Beleq dan berbagai bangunan bersejarah lainnya. Ya, suasana spiritual di Lombok tak jauh berbeda dengan Bali. Lombok juga mempunyai beberapa pura diantaranya Pura Narmada, Pura Pangsung, Pura Taman Mayura, dan lain sebagainya.

Namun, secara garis besar masyarakatnya beragama Islam. Maka dapat pula dipastikan bahwa di daerah ini tersiar dan ada kebudayaan Islam. Hal ini dapat dibuktikan dengan bangunan sejarah yang masih ada sampai saat ini yaitu Masjid bayan Beleq. Masjid ini merupakan masjid pertama yang dibangun di Lombok.

Menilik Sejarah Masjid Bayan Beleq

Masjid Bayan Beleq awalnya dibangun oleh Gaus Abdul Razaq pada abad ke 16. Gaus Abdul Razaq merupakan salah satu penyebar islam di Lombok. Mulanya masjid ini dibangun dengan bentuk persegi yang mana dinding masjid dibuat dari bambu setinggi 1,25 meter.

Pengunjung berfoto di depan masjid Bayan Beleq Lombok, sumber ig @adie_broto
Pengunjung berfoto di depan masjid Bayan Beleq Lombok, sumber ig @adie_broto

Untuk pondasinya menggunakan bebatuan yang ditata sampai setinggi pinggang orang dewasa. Sedangkan atap masjid berbentuk limas dua tingkat yang dibuat dari anyaman kelapa. Pada bagian puncak ini disematkan hiasan seperti mahkota. Hal ini karena pengaruh hindu Jawa yang ada sebelum datangnya Islam.

Saat akan memasuki area pintu akan ada gentong yang diikat di bawah pohon Semboja. Gentong ini digunakan sebagai tempat air wudhu. Jika masuk ke dalam masjid maka akan ditemui beberapa hiasan lainnya di ujung-ujung pilar. Salah satu hiasan tersebut yaitu ikan dan burung. Kedua hewan itu ternyata mempunyai lambang tersendiri.

Baca juga: Daftar Rental Mobil Lombok

Keunikan Masjid Bayan Beleq

Hiasan ikan bermakna mahluk yang hidup di air, yang mana berarti kehidupan bawah atau lebih terkait duniawi. Sementara, hiasan burung melambangkan sebuah kematian. Jadi makna tersebut menyampaikan pesan bahwa setiap muslim seharusnya menyeimbangkan kehidupan antara dunia maupun akhiratnya.

Beberapa hiasan berikutnya adalah pohon, ayam, telur, dan naga yang tergantung di atas mimbar. Jika dilihat secara detail maka hiasan naga terdapat tiga ekor burung yang bermakna bahwa Islam Wetu Telu, yang mana merupakan aliran Islam pertama di Lombok dan masih bisa dijumpai hingga saat ini.

Bedug di masjid kuno Bayan Beleq, sumber ig @gusti_seruni
Bedug di masjid kuno Bayan Beleq, sumber ig @gusti_seruni

Selain bangunan Masjid Bayan Beleq sebagai bangunan utama, masih ada 6 bangunan lagi di sekitar masjid. Keseluruhan 6 bangunan masjid merupakan makam para pendahulu penyebar agama Islam pertama di Lombok. Bagian selatan masjid ada 4 bangunan yang merupakan makan pemeluk dan penyebar Islam pertama. Sementara bagian utara terdapat 2 bangunan yang merupakan makam dari Gaus Abdul Razak dan Titi Mas Penghulu.

Hal lain yang perlu diketahui adalah Masjid ini mempunyai filosofi tersendiri. Masjid yang terdiri dari bagian kepala, badan, dan kaki yang melambangkan dunia atas, tengah, dan bawah. Lambang tersebut mengarah pada entitas kosmos masyarakat Lombok Utara. Jika masjid dilihat dari jarak dekat, tampak seperti rumah-rumah di desa Bayan. Ketika pertama kali melihat, pengunjung tidak mengira bahwa bangunan tersebut adalah masjid.

Untuk denah masjid berbentuk bujur sangkar, yang mana panjang sisinya 8,90 m. Hal unik yang tersembunyi dari 4 soko tiang yang berbentuk bulat dengan garis tengah 23 cm dan tinggi 4,60 m. tiang ini berbahan dasar pohon nangka. Keempat tiang ini melambangkan bahwa bahan untuk tiang berasal dari 4 desa pula yakni: tiang sebelah tenggara dari Desa Bilok Petung Lombok timur. Untuk tiang sebelah timur laut berasal dari Desa Terengan. Tiang barat Laut berasal dari Desa Senaru. Tiang sebelah barat daya berasal dari Desa Sukadana.

Baca juga: Berburu Cinderamata di Pasar Cakranegara

Keunikan lainnya bahwa dulu pakaian yang dikenakan oleh para kyai mempunyai seni tersendiri. katanya dulu yang diperbolehkan masuk berasal dari keturunan para penghulu ataupun kyai sebagai penyebar islam. Menilik pakaian yang dikenakan mempunyai makna masing-masing.

Warna putih yang dipakai oleh para kyai melambangkan kesucian, kain panjang (dodot) berwarna merah melambangkan arti jiwa kepemimpinan, dan sapuq atau bongot yang menjadi pelengkap untuk ikat kepala dan sudah menjadi tradisi sendiri. Untuk berkunjung ke Masjid ini sebaiknya meminta guide untuk membimbing dan menjelaskan sejarah budaya islam di kawasan masjid Bayan.

Kyai adat di masjid Bayan Beleq Lombok, sumber ig @sutrakusuma
Kyai adat di masjid Bayan Beleq Lombok, sumber ig @sutrakusuma

Akses Jalur Menuju masjid Bayan

Untuk bisa sampai ke Masjid Bayan Beleq cukup mudah dengan moda transportasi pribadi maupun umum. jika tidak mau berdesak-desakan dengan penumpang lain dan tidak ingin menunggu lama kedatangan kendaraan maka bisa membawa mobil pribadi ataupun menyewa mobil.

Mengajak keluarga pun bisa menjadi ide bagus dengan membawa kendaraan pribadi ataupun menyewanya. Masjid ini tepatnya terletak 80 km dari Kota Mataram. Jalur yang bisa dipilih yaitu Mataram – Senggigi – Pemenang – Tanjung – gangga- Anyar – bayan.

Jadi itulah beberapa review bangunan dari Masjid Bayan Beleq. Masjid pertama yang dibangun setelah kedatangan Islam di Lombok. Setelah selesai mengitari bangunan masjid, ada beberapa toko yang menyediakan souvenir oleh-oleh untuk kerabat. Souvenir ini cukup beragam dari gantungan yang menyerupai bangunan masjid ini. Semoga bermanfaat, salam hangat dari GoTripina.

Leave a Comment