Menjelajahi Sejarah di Pura Suranadi Lombok (Keunikan, Foto + Lokasi)

Pura Suranadi Lombok – Sebagai salah satu tempat yang banyak dilirik oleh wisatawan lokal maupun mancanegara, Lombok memang mempunyai berbagai jenis wisata yang menarik. Bukan hanya dari wisata alam yang sangat alami, pulau ini juga mempunyai beragam jenis wisata lainnya. Seperti saja wisata kuliner dan wisata sejarah yang juga banyak terdapat di sana. Salah satu tempat wisata sejarah yang terdapat di dalamnya yaitu Pura Suranadi Lombok.

Sama halnya seperti di Bali, wisatawan juga dapat menemukan beberapa pura di Lombok dengan mudah. Menurut sejarah, kebanyakan pura yang terdapat di Lombok merupakan pura yang dibangun pada abad ke-18. Sebagai tempat ibadah, setiap pura mempunyai keunikan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Salah satunya yaitu Pura Suranadi Lombok yang menawarkan wisatawan sensasi pembaharuan spiritual, wisata kuliner, sekaligus menikmati kesegaran alam di dalamnya.

Keunikan Pura Suranadi Lombok

Pura Suranadi ini mempunyai keunikan yaitu terdapatnya lima pancuran suci yang bersumber dari Gunung Rinjani. Pancuran tersebut oleh masyarakat dipercayai mempunyai manfaat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit atau dalam bahasa Sasak disebut dengan Ngentas Male. Masyarakat Hindu kawasan tersebut mempunyai keyakinan bahwa setelah berdo’a dan menyucikan diri dengan menggunakan kelima air pancuran tersebut maka akan mendapatkan suatu kehidupan baru atau disebut dengan Suranadi.

Pengunjung berfoto di pura Suranadi, sumber ig @agustindew
Pengunjung berfoto di pura Suranadi, sumber ig @agustindew

Selain itu, pura ini juga dikenal dengan Pura Panca Tirta karena mempunyai lima pancuran suci di dalamnya. Menurut legenda yang ada di tengah masyarakat, pancuran tersebut berhubungan dengan seorang penyebar agama Hindu dari India yang bernama Dang Hyang Nirlata. Untuk menyebarkan agama tersebut, Dang Hyang Nirlata hanya melakukannya dengan berjalan kaki mulai dari Jawa, Bali, hingga akhirnya mencapai Lombok.

Dalam melakukan penyebaran agama Hindu, Dang Hyang Nirlata selalu membawa sebuah tongkat. Ketika mencapai Lombok, tepatnya di daerah Suranadi, rombongannya beristirahat beberapa kali yang mana setiap istirahat Dang Hyang menancapkan tongkatnya ke tanah dan keluar air bersih dari bekas tancapan tongkat tersebut.

Baca juga: Wisata Sejarah Masjid Bayan Beleq

Pancuran suci ini mempunyai sebutan yang berbeda dari satu pancuran dengan pancuran yang lainnya. Pancuran pertama disebut dengan air suci pembersih, kemudian pancuran kedua disebut dengan air suci pengentas, yang ketiga disebut dengan air suci pelukatan dan yang keempat disebut dengan air suci petirta. Selain itu, untuk memperingati jasa Dang Hyang Nirlata, umat Hindu di sekitar pura tersebut melaksanakan upacara setiap bulan purnama Sasih Kapat atau sekitaran bulan Oktober dan November.

Ketika memasuki daerah Pura Suranadi Lombok, wisatawan akan menemukan area yang terbagi menjadi tiga. Area tersbeut yaitu Utama Mandala, Madya Mandala dan Nista Mandala. Area Utama Mandala merupakan tempat yang paling suci karena merupakan tempat untuk berdoa masyarakat Hindu. Sehingga tidak semua orang dapat memasuki area Utama Mandala.

Pemandian di pura Suranadi, sumber ig @i_dogol
Pemandian di pura Suranadi, sumber ig @i_dogol

Sedangkan untuk kedua area lainnya digunakan untuk aktivitas selain berdoa, sehingga biasanya wisatawan berada di kedua area tersebut. Kedua area yaitu Madya Mandala dan Nista Mandala letaknya dipisahkan dengan Jalan Wisata Suranadi. Maka kedua area ini dapat dengan mudah dikenali oleh wisatawan karena areanya langsung terpisah oleh Jalan Wisata Suranadi.

Setelah berkunjung di Pura Suranadi Lombok, wisatawan dapat meneruskan wisata dengan mengunjungi Taman Pemandian Suranadi yang berada di dalam area pura. Air di dalam kolam pemandian ini berasal dari mata air dengan disertai Sembilan pancuran di dalamnya. Pancuran tersebut mengalir dari sebuah sungai kecil yang berada di sebelah barat Taman Pemandian.

Wisatawan yang berkunjung ke pura ini juga dimanjakan dengan pemandangan alam dengan udara yang sejuk dan segar. Hal ini karena Taman Wisata Pura Suranadi dikelilingi dengan hutan hutan alam yang masih terlindung dan terawat dengan baik. Sehingga wisatawan dapat menemukan adanya tanaman langka, burung ataupun satwa liar seperti kera dan kijang di dalamnya.

Hal lainnya yang didapatkan oleh wisatawan ketika berkunjung ke daerah ini yaitu wisata kuliner makanan khas Lombok. Makanan tersebut yaitu sate bulayak yang dapat ditemukan di sekitaran area parkir pura. Tentunya terdapat beberapa pedagang sate bulayak yang menyajikan makanan tradisional Lombok ini dengan lezat dengan harga yang cenderung murah.

Foto bangunan luar Pura Suranadi Lombok, sumber ig @suhas_talgaonkar
Foto bangunan luar Pura Suranadi Lombok, sumber ig @suhas_talgaonkar

Rute untuk ke Pura Suranadi Lombok

Untuk dapat menemukan objek wisata ini, wisatawan harus menempuh sekitaran 17 kilometer dari arah Kota Mataram. Wisatawan dapat mencapainya dengan menggunakan transportasi umum ataupun kendaraan pribadi dengan mengambil rute Mataram-Bertais-Narmada-Suranadi. Waktu yang ditempuh hingga berada di Pura Suranadi Lombok yaitu sekitar 45 menit hingga satu jam dengan berkendara.

Biaya tiket masuk Pura Suranadi Lombok

Wisatawan yang ingin memasuki kawasan wisata Pura Suranadi Lombok tentunya akan dikenakan biaya masuk. Tiket masuk untuk area ini sendiri dibagi menjadi dua yaitu tiket masuk Taman Pemandian Suranadi dan Taman Wisata Alam Suranadi. Untuk biaya tiket masuk Taman Pemandian Suranadi yaitu Rp 10.000,- per orang dan untuk Taman Wisata Alam Suranadi yaitu Rp 15.000,- per orang.

Semoga ulasan mengenai pura Suranadi Lombok bisa menambah wawasan Anda dalam dunia traveling. Yuk dukung selalu dunia wisata di Indonesia meski hanya sekedar membagikan tulisan ini lewat sosial media yang tersedia. Salam hangat dari GoTripina dan terimakasih. 🙂

Leave a Comment