Mengunjungi Replika Gunung Rinjani di Taman Narmada Lombok

Mengunjungi Replika Gunung Rinjani di Taman Narmada Lombok

Taman Narmada Lombok merupakan salah satu objek wisata sejarah favorit yang berada di Lombok. Objek wisata ini juga banyak dikunjungi dan dikagumi oleh wisatawan mancanegara ataupun wisatawan lokal. Nama dari taman ini diambil dari sebuah sungai suci yang berada di India yaitu Sungai Narmanadi. Objek wisata ini juga merupakan wisata alam yang menawarkan pemandangan yang indah dan sayang untuk dilewatkan. 

Keunikan di Taman Narmada Lombok

Taman Narmada Lombok, sumber ig @nirwanmulyawardana

Taman Narmada Lombok dibangun atas permintaan raja dengan konsep desain yang menyerupai dengan nuansa alam di Gunung Rinjani. Pembangunan tersebut dilakukan karena raja pada masa itu sudah tidak dapat melakukan ritual Pekaleman atau ritual kurban di Gunung Rinjani dikarenakan usia. Oleh karena itu, raja memerintahkan arsitek kerajaan untuk mendirikan bangunan dengan nuansa Gunung Rinjani lengkap dengan Danau Segara Anak ke area perkotaan. 

Di dalam kawasan taman ini terdapat Pura Kalasan di bagian atas, di mana wisatawan dapat mencapainya dengan menaiki anak tangga yang lumayan jauh. Hal tersebut dikarenakan taman ini merupakan replika dari Gunung Rinjani, sehingga bagian atas taman juga di desain menyerupai bentuk sebuah gunung. 

Pura Kalasan Taman Narmada, sumber ig @anggradra

Kemudian di bagian bawah taman terdapat tiga buah kolam yang menyerupai Danau Segara Anak. Hal tersebut terlihat dari desain kolam yang mengalirkan mata air dari atas yaitu kolam pertama menuju ke bawah yaitu ke kolam selanjutnya. Selain itu, ketika sudah mencapai pura yang berada di bagian atas taman, wisatawan dapat menikmati keindahan panorama alam yang hijau dan segar karena memang berada di sekitar hutan. 

Taman Narmada juga mempunyai dua Bale yang digunakan untuk berbagai kepentingan. Bale tersebut yaitu Bale Agung yang digunakan sebagai tempat raja melaksanakan musyawarah dengan para pemimpin kerajaan. Bale yang kedua yaitu Bale Loji yang digunakan untuk tempat menyimpan perlengkapan persenjataan yang dimiliki oleh prajurit kerajaan. 

Pada mulanya, Taman Narmada Lombok ini digunakan untuk ritual Pekaleman dan kediaman keluarga kerajaan. Selain itu, setiap satu tahun sekali di taman ini terdapat ritual upacara persembahan dan wujud syukur terhadap Tuhan atas pemberian hasil bumi penduduk. Biasanya ritual ini dilakukan oleh masyarakat sekitar yang beragama Hindu, meskipun diantaranya terdapat berbagai macam agama juga ikut serta di dalamnya. 

Saat ini, Taman Narmada juga dijadikan sebagai tempat wisata dan rekreasi masyarakat sekitar maupun wisatawan dalam dan luar negeri. Hal yang dapat diperoleh oleh wisatawan di objek wisata ini salah satunya yaitu nuansa wisata alam yang melekat dengan nuansa Gunung Rinjani di dalamnya. Bahkan di bagian atas tempat ini terdapat kolam renang yang dipercayai bahwa mata airnya berasal langsung dari Gunung Rinjani. 

Baca juga : Panorama Maha Karya Tuhan, Wisata Gunung Rinjani Lombok

Kolam Taman Narmada, sumber ig @ruidamasioalvites

Masyarakat sekitar mempercayai bahwa air yang terdapat dalam kolam renang tersebut mempunyai khasiat untuk membuat tetap awet muda. Tempat yang pada mulanya merupakan pemandian raja tersebut kini menjadi ramai oleh pengunjung yang mencoba berenang, membasuh muka ataupun meminum air dari kolam renang tersebut. 

Di dalam Taman Narmada juga terdapat tempat yang menyajikan hal menarik mengenai Suku Sasak yaitu sebuah diorama Sasak. pada diorama tersebut terdapat berbagai hal mengenai Suku Sasak mulai dari senjata, pakaian adat, bentuk rumah adat, hingga beberapa peninggalan dari Suku Sasak beserta dengan sejarahnya. 

Kemudian di dalam taman terdapat kolam besar yang digunakan untuk wisata dayung perahu. Meskipun kolam tersebut tidak terlalu dalam, wisatawan dapat menikmati sensasi mendayung perahu dengan lebih aman. Selain itu, di sisi atas kolam tersebut terdapat wahana flying fox yang dapat dicoba oleh wisatawan yang ingin merasakan sensasi menarik dari atas kolam. 

Biaya masuk Taman Narmada 

Taman Narmada Lombok, sumber ig @pejalan.kampung

Wisatawan dapat memasuki area wisata Taman Narmada Lombok tanpa mengeluarkan biaya sama sekali. Tidak terdapat tiket masuk untuk berkunjung ke tempat wisata sejarah ini, akan tetapi pengunjung ataupun wisatawan dapat memberikan sumbangan sukarela kepada pengelola taman. Hal tersebut dapat digunakan untuk memelihara dan mengelola serta perbaikan taman wisata sejarah ini. 

Rute dan perjalanan yang ditempuh 

Untuk dapat menemukan Taman Narmada Lombok, wisatawan yang berasal dari Kota Mataram harus menempuh waktu sekitaran 20 hingga 30 menit. Lokasi objek wisata ini berdekatan dengan Pura Lingsar dan berjarak kisaran 8 kilometer dari Mataram. Wisatawan biasanya dapat menggunakan kendaraan pribadi ataupun sewaan dan transportasi umum untuk mengunjungi tempat wisata ini. 

Wisatawan yang menggunakan transportasi umum dapat menggunakan kendaraan jurusan Ampena-Sweta, kemudian dilanjutkan dengan jurusan Sweta-Narmada. Biaya yang diperlukan untuk bolak balik dari objek wisata tersebut yaitu sekitaran Rp 10.000,- per orang dengan biaya sekali pergi yaitu Rp 5.000,- per orangnya. Kemudian untuk wisatawan yang menggunakan kendaraan pribadi atau sewaan dapat menempuh rute Mataram-Cakranegara-Selagalas-Narmada. Biasanya waktu perjalanan ke Taman Narmada Lombok dapat dilalui sekitar 20 menit dengan menggunakan kecepatan normal yaitu sekitaran 60 kilometer per jamnya. Sehingga daerah wisata yang berada dekat dengan kota dan merupakan replika dari Gunung Rinjani ini menarik untuk dikunjungi wisatawan yang ingin menikmati keindahan Gunung Rinjani tanpa perlu melakukan persiapan pendakian yang cukup melelahkan. 

Jadi kapan berencana berlibur mengeksplorasi keindahan Replika Gunung Rinjani di Taman Narmada Lombok ? Jika ya, mulailah merencanakannya sejak sekarang! Yuk ajak juga teman atau keluarga berlibur ke sini. Dijamin seru dan asik pastinya. Jika berkenan, jangan lupa share tulisan ini ke berbagai sosial media Anda, sebagai bentuk support kecil untuk kemajuan wisata di Indonesia. Terima kasih (GoTripIna)

Leave a Comment