Keindahan Panorama Wisata Puncak Becici (Rute, Sejarah + Daya Tarik)

Rehat sejenak dari aktivitas harian ternyata penting sekali untuk setiap orang. Keutamaannya adalah mampu menjadikan pikiran kembali segar dan mampu menyusun motivasi diri untuk memulai hal – hal baru dengan lebih bersemangat. Salah satu caranya dapat dilakukan dengan mengunjungi tempat wisata alam, seperti Puncak Becici Dlingo. Di sana akan terhampar tanaman pinus merkusi yang menjulang tinggi dan akan terlihat begitu menawan saat sunset tiba. Sebelum memutuskan untuk pergi ke sana maka dapat dilihat terlebih dahulu informasi seputar Puncak Becici.

Mengenal Puncak Becici

Keindahan Puncak Becici yang berada di desa Muntuk, kecamatan Dlingo, Bantul dan tepatnya 30 kilo meter dari pusat kota Daerah Istimewa Yogyakarta. tempat tersebut mempunyai hutan pinus dengan luas 4,4 hektare. Hawa sejuk yang berada mengelilinginya membuat paru – paru terasa lega untuk melakukan pertukaran udara. Dari puncaknya dapat melihat keindahan Candi Prambanan pada bagian utara dan deburan ombak Pantai Selatan.

Tempat tersebut adalah salah satu lokasi dari Blok Mangunan, yang terdiri dari tujuh blok. Semuanya dikelola oleh masyarakat sendiri untuk obyek wisata alam. Fokus utamanya terdapat pada wisata outbond dan panorama. Lokasi yang dikelola oleh 40 warga ini, dulunya merupakan hutan pinus yang dimanfaatkan getahnya untuk disadap. Kemudian pada penghujung tahun 2015, tidak ada lagi penyadapan di sana. Jadwal kunjung wisata ini dibuka mulai dari hari senin hingga minggu. Biasanya pada hari senin sampai jumat jumlah pengunjung 700 orang per harinya.

Gerbang selamat datang di puncak Becici Jogja, sumber ig @prema_cbmerah354
Gerbang selamat datang di puncak Becici Jogja, sumber ig @prema_cbmerah354

Sedangkan, pada hari sabtu sampai minggu serta hari libur, akan meningkat jumlahnya hingga 1500 orang per harinya. Jika ingin ke sana para pengunjung dapat membayar tiket masuknya sebesar 2.500 rupiah. Lalu parkir untuk motor sebesar 2 ribu rupiah, mobil sebesar Rp 5.000 dan Rp 20.000 untuk bus.

Apabila ingin lebih bersantai dapat menyewa hammock dengan membayar sebesar 20 ribu rupiah per dua jamnya. Untuk hammock bertingkat berkisar antara 15 hingga 60 ribu rupiah. Di sana juga dilengkapi fasilitas seperti, toilet, mushola dan outbond.

Rute Puncak Becici

Setelah mengenalnya maka hal lain yang perlu diketahui adalah mengetahui rute Puncak Becici. Apabila berangkat dari Yogyakarta maka ambil ke arah selatan. Ketika sudah sampai pada kawasan desa Muntuk dan udara mulai terhirup sejuk. Kawasan sudah dipenuhi oleh deretan pohon pinus, maka akan menjumpai gapura selamat datang.

Tidak jauh dari gapura terdapat gubuk yang berderetan rapi memenuhi salah satu bahu jalanan. Pada gubuk tersebut warga biasa menjamu para pengunjung yang akan bekunjung ke Puncak Hutan Pinus Becici.Banyak warga yang berdagang untuk menjual makanan serta minuman. Sehingga mereka dapat meningkatkan pendapatan ekonomi keluarganya. Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi hingga rental mobil untuk menuju lokasi ini.

Pemandangan dari puncak Becici, sumber ig @denidazhell_
Pemandangan dari puncak Becici, sumber ig @denidazhell_

Sejarah Puncak Becici

Sejarah Puncak Becici juga sangat menarik untuk diketahui. Hutan Pinus yang terkenal sebagai area Hutan Sudimoro 1 ataupun Becici Asri adalah bagian Hutan Lindung. Untuk pengelolaanya masih berada di bawah tanggung jawab RPH Mangunan. Perbedaan antara Becici dengan Hutan Pinus Mangunan adalah waktu kepopulerannya lebih dulu Hutan Pinus Mangunan.

Kawasan Becici awalnya hanya digunakan sebagai hutan produksi getah pinus. Digunakan sebagai bahan material terpentin dan gondorukem. Akan tetapi keindahan alam yang berada di bagian barat membuat orang – orang terpikat untuk datang ke sana. Sehingga kawasan Becici pun berubah menjadi obyek wisata alam hingga saat ini.

Baca juga: Keindahan Hutan Pinus Pengger Jogja

Berkunjung ke suatu tempat terlebih lagi tempat yang memiliki nama unik tentu akan mengundang sejumlah pertanyaan. Sebutan Becici sendiri sebenarnya terdengar asing dan ternyata mempunyai sebuah sejarah. Kata Becici merupakan gabungan kata ambeg yang memiliki makna berdiam diri serta kata suci.

Keduanya merujuk kepada cerita turun temurun di masyarakatnya. Yaitu cerita tentang putra dari seorang pendiri desa Muntuk. Ia bertapa di bukit pada bagian barat hutan pinus. Lalu disemayamkan di bukit itu juga saat meninggal dunia. Mengenai bukti kebenarannya memang perlu ditindaklanjuti. Akan tetapi di Bukit Becici memang ada petilasan yang seperti makam.

Daya Tarik Puncak Becici

Pesona alamnya yang menawan dan ditambah dengan barisan pohon pinus menjadikan daya tarik wisatawan. Di sana juga disediakan bangku – bangku yang terbuat dari batang pinus. Fasilitas lainnya juga ada ayunan kayu, gazebo – gazebo sederhana, serta gardu pandang dengan pengamanan yang masih sederhana. Terdapat jug area datar yang cukup luas untuk bermain dan berkemah. Jarak pohon pinusnya pun semakin renggang saat menuju ke puncak bukit. Sehingga sinar matahari pun dapat menembus ke setiap celahnya.

Demikianlah beberapa informasi terkait wisata alam Puncak Becici Dlingo. Sungguh indah bukan? Jadi sangat direkomendasikan sekali bagi anda untuk berkunjung ke sana. Jangan sampai lupa juga untuk mengajak teman atau keluarga. Sehingga menikmati liburan menjadi semakin seru dan menyenangkan. Semoga bermanfaat penjelasan di atas. Selamat berlibur.

Leave a Comment