Keistimewaan Tugu Jogja, Wisata yang Wajib di Kunjungi

Ada pepatah yang bilang bahwa mengunjungi Daerah Istimewa Yogyakarta tidak afdol jika tidak mengunjungi Tugu Jogja. Tampaknya pepatah itu manjur karena setiap hari terutama pada malam hari banyak para wisatawan dari luar daerah untuk menyempatkan diri mengunjungi Tugu Jogja yang terletak di jantung kota Yogyakarta ini.

Walaupun dari segi ukuran Tugu Jogja tidak sebesar Monas di Jakarta yang juga merupakan monumen sentral namun dari segi pengunjung, tempat wisata di Yogyakarta ini juga tidak kalah dari Monas karena setiap hari ada saja para wisatawan yang mampir ke tempat ini. Memang bentuk Tugu ini bisa dikatakan “Jogja banget” karena memang arsitekturnya disesuaikan dengan budaya jawa yang kental akan seni. Namun ternyata dibalik itu semua, Tugu Yogyakarta ini menyimpan cerita yang menarik untuk kita perlu ketahui bersama.

Pesona Sejarah Tugu Yogyakarta

Tugu Yogyakarta ini sebenarnya dahulu tidak berbentuk seperti yang saat ini tampak yaitu ujung atasnya runcing. Tugu Yogyakarta pada jaman dahulu memiliki ketinggian yang lebih tinggi, sekitar 25 meter dengan puncaknya yang membulat. Nama monumen tersebut pada jaman dahulu sebenarnya bukan Tugu Yogyakarta sebagaimana yang dikenal saat ini. Namanya dulu adalah Golong Giling yang menggambarkan bentuknya Tugu pada jaman dahulu yaitu tiangnya berbentuk silinder atau dalam bahasa jawa disebut Golong dan puncaknya yang bulat yaitu Giling.

Tugu Jogja ig @agussalim777
Tugu Jogja ig @agussalim777

Namun sayangnya Yogyakarta yang terletak di tepi samudera Hindia menyebabkan sering terjadinya gempa bumi di daerah ini, dimana pada tanggal 10 Juni 1867, Tugu Yogyakarta ini roboh akibat getaran gempa yang cukup kencang di wilayah Yogyakarta. Maklum, karena Tugu Jogja ini dibuat oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I, sehingga dipastikan untuk konstruksinya belum terlalu baik seperti bangunan jaman sekarang.

Lalu karena hancur, diprakasai oleh Pemerintah Hindia Belanda dan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat akhirnya Tugu Jogja mulai direnovasi kembali pada tahun 1889, hingga bentuknya seperti sekarang yaitu tiangnya cendenrung mengotak dengan puncaknya seperti gunungan yang mengerucut. Filosofi bangunan Tugu Jogja pada jaman dahulu yang berbentuk Golong Giling sebetulnya filosofinya adalah Manunggaling Kawula Gusti yaitu yang berarti bersatunya rakyat dan raja sebagai penguasa di daerah Yogyakarta.

Kenikmatan Nongkrong pada Malam Hari di Tugu Jogja

Apabila Anda ingin ke kawasan Tugu Jogja paling tepat adalah malam hari, ketika cuaca sudah tidak panas dan kendaraan lebih lengang. Tugu Jogja ini boleh dibilang tempat yang sangat asyik untuk menghabiskan malam bagi para wisatawan. Karena komplek Tugu sekarang sudah tertata lebih rapi dengan adanya monumen baru di sebelah tenggara sebagai pelengkap kawasan Tugu Yogyakarta dan monumen baru tersebut menegaskan Tugu sebagai filosofi garis lurus imajiner antara Gunung Merapi, Kraton Yogyakarta dan Laut Selatan.

Apabila Anda melihat dari Keraton Yogyakarta, Tugu Jogja ini bisa tampak dengan jelas di arah utara karena memang dibangun lurus ke arah utara Kraton. Serta jika Anda beruntung pada saat cuaca cerah dari Kraton Jogja, Anda bisa melihat Tugu Jogja dan Gunung Merapi yang lurus.

Tugu Jogja ig @jogjaculinary
Tugu Jogja ig @jogjaculinary

Tugu Yogyakarta ini menjadi salah satu pusat wisata malam selain Malioboro dan Kawasan titik 0 kilometer. Dikarenakan disini para wisatawan bisa melakukan foto dengan latar belakang Tugu Jogja, atau sekedar dudukan di taman yang disediakan. Selain itu juga banyak kuliner di sekitar kawasan Tugu Jogja mulai dari Gudeg, Kafe, Angkringan, ataupun sekedar minuman ringan semuanya ada disini.

Lokasi dan Rute Tugu Yogyakarta

Lokasi Tugu Yogyakarta sangat mudah diakses oleh para wisatawan, karena letaknya yang terletak di pusat kota Yogyakarta. Apabila hotel Anda di sekitar Jalan Malioboro maupun Jalan Margo Utomo maka bisa diakses dengan jalan-kaki maupun menggunakan becak dan andong karena jaraknya yang relatif dekat. Lokasi Tugu Jogja ini tepatnya terletak di tengah perempatan antara jalan Margo Utama (selatan), jalan Jen. Sudirman (Timur), Jalan AM. Sangadji (Utara), dan jalan Pangeran Diponegoro (Barat). Anda bisa cek lokasi Google Mapsnya di sini.

Rute menuju Tugu Jogja sebenarnya sangat mudah, karena memang di pusat kota Yogyakarta. Untuk mencapai Tugu Yogyakarta dari arah Jalan Malioboro, maka Anda tinggal berjalan terus ke arah utara melewati Jalan Margo Utomo yang ada di utara Jalan Malioboro maka Anda akan sampai.

Harga Tiket Masuk Tugu Yogyakarta

Harga tiket masuk untuk Tugu Jogja adalah gratis, karena monumen ini tidak berada di area privat dimana pengunjung harus membayar retribusi untuk memasukinya. Jika Anda ingin benar-benar gratis dan tanpa perlu membayar parkir, terlebih jika hotel Anda terletak di sekitar kawasan Malioboro maupun jalan Margo Utomo bisa dilakukan dengan jalan kaki, hitung-hitung sebagai olahraga sambil menikmati suasana jalanan kota Yogyakarta.

Tugu Jogja ig @rivaldisidikp12
Tugu Jogja ig @rivaldisidikp12

Sedangkan untuk harga parkir Tugu Jogja biasanya untuk mobil anda Rp 5.000  dan motor Rp 2.000 perunitnya. Tentu Anda perlu menyiapkan uang lebih jika ingin jajan mencoba kuliner sekitar tugu Jogja, terutama Anda harus mencoba Kopi Joss sambil menikmati keindahan malam kota Jogja bersama orang tersayang Anda.

Fasilitas di Tugu Yogyakarta

Fasilitas yang ada di kawasan Wisata Tugu Yogyakarta sangatlah memadai untuk ukuran monumen yang tentunya membuat Anda nyaman. Karena selain Tugu Jogja itu sendiri terdapat berbagai fasilitas pendukung yaitu seperti Taman yang bisa menjadi spot foto, tempat duduk, pusat kuliner dan tentunya Kafe yang bisa menjadi tempat bersantai Anda dalam menghabiskan keindahan malam di Tugu Yogyakarta.

Tugu Jogja ig @rian_rumbaru
Tugu Jogja ig @rian_rumbaru

Jadi kapan berencana mencoba mengunjungi wisata malam Tugu Jogja, yang dimana merupakan wisata yang wajib di kunjungi jika Anda berada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Jika berkenan, jangan lupa share tulisan ini ke berbagai sosial media Anda, sebagai bentuk support kecil untuk mendukung kemajuan wisata Yogyakarta. Matur nuwun (GoTripIna)

Leave a Comment